“Something more….

 

 

 

 

 

 

 

Sometimes…..

It’s very hard to smile…

When something happens that we don’t know…or

we don’t understand when “the storm” will be fade away…

 

But realized….

There is something “more” in your life…

One thing, just thankful for your life…

#Alhamdulillah….

 

 

Advertisements

Sesuatu yg tertunda

(Aktifitas pagi hari)

Klik…klik…cetak cetik cetuk… (*menekan tombol-tombol keyboard)Cek Email..email..email… + akun website kampus (*download materi kuliah terbaru)

 

New announcement…  *Taraaa….Homework 2 was uploaded by Prof (lagi)!Wah, Pak Prof. ini rajin sekali, sudah upload saja HW terbaru…. (campuran antara bangga dan….. sedikit syok)

 

*Ignoring the questions- searching the DEADLINE…..
*Jrengg…. -sedikit syok-lagi-

Deadline nya bareng dengan submit paper conference (yg masih revisi bin edit-editan) + 1 project lain (just concept) + HW => it was must finished less than 1 week… (Deadline => Dead+line…)

 

-Termenung-

*Trus gimana ya ini, bisa gak selesai semuanya? (Loh..malah hesitate… pasrah kok di awal-awal, kerjain dulu lah.. )

*Trus nasib weekend ku gimana wah tidak bisa keluar kampus lagi (dan lagi)…(Hei…masih aja mikirin weekend, sono segera dikerjain…)

 

*Chinese class and Islamic course ku terancam ‘terbengkalai’ lagi minggu ini…(Makanya jangan sok sibuk deh ya…)

 

*Andai 1 hari lebih dari 24 jam… (Pliss deh, 24 jam/ hari ato 48 jam/hari sama saja, gimana bijaknya pakai waktu itu… Heiii wake up…)

 

*Student oh student….(Devil: Suruh siapa sekolah lagi….(si devil mulai kompor))(Angel: Eh, namanya juga pembelajaran, tetap fokus tujuannya…insyaAllah ada manfaatnya, Jia you… (si Angel mencoba menyelamatkan :”))

======Loh kok jadi pada ribut semua nih- diem ya- puk..puk kepala======

-Terdiam-

“Hanya ingin menyelesaikan dg hasil baik, tidak in rush spt ini…. Andai saja angka deadline-deadline itu berubah…. -Deeply Breath- Pasrah-  memejamkan mata…eh tertidur-take a nap 

 

Cling… (*Bunyi email masuk)

New email : deadline (paper) is extended….

Update info : deadline (project) is extended…

*Kelap Kelip mata berbinar-binar…haru… Alhamdulilah…. diberi kesempatan untuk menghasilkan yg lebih baik… show and do it…now…

——————————————

Tidak ada yg tidak mungkin..

man proposes Allah SWT disposes…

Bagiku memang tidak mungkin…tapi tidak bagi-Nya…

Alhamdulillah- Thankfulness never dies 🙂

Sesuatu yang tertunda semestinya diupayakan untuk lebih menyadari bahwa diri diarahkan-Nya untuk memperbaiki segala sesuatu nya menjadi lebih baik…

 

PPI-Para Pencari Ilmu

The seeking of knowledge is obligatory for every Muslim, male or female.” (Prophet Muhammad SAW)

 

——————————————–

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa menempuh suatu jalan yang padanya dia
mencari ilmu,
maka Allah akan mudahkan dia menempuh jalan dari jalan-jalan (menuju) jannah,

dan
sesungguhnya para malaikat benar-benar akan meletakkan sayap-sayapnya untuk
penuntut ilmu,

dan
sesungguhnya
seorang penuntut ilmu
akan dimintakan ampun untuknya oleh makhluk-makhluk Allah yang di langit dan yang di bumi, sampai ikan yang ada di tengah lautan pun memintakan ampun untuknya.

Dan
sesungguhnya keutamaan
seorang yang berilmu
atas seorang yang ahli ibadah adalah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas seluruh bintang,

dan sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan para Nabi tidaklah mewariskan dinar ataupun dirham, akan tetapi mereka hanyalah

mewariskan ilmu,

maka barangsiapa yang mengambilnya maka sungguh dia telah mengambil bagian yang sangat banyak.”

 

*(HR. Abu Dawud no.3641, At-Tirmidziy no.2683)

————————————————————————–

 

**Dipost dalam rangka menyemangati diri sendiri (dan mungkin rekan-rekan lain) yg sedang malas dan futur  dalam “meng upgrade +men service  ilmu nya”  ;|

…the clock is counting down…the seconds tick away…

Semangat! 加油… 加油 ^^

 

———————————————————————————————————————-

The sides*note:

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan” (QS. Al-Alaq; 1)

 

The seeking of knowledge is obligatory for every Muslim, male or female.” (Prophet Muhammad SAW)

 

Orang yang beramal tetapi tidak disertai dengan ilmu pengetahuan tentang itu bagaikan orang yang melangkahkan kaki tetapi tidak meniti jalan yang benar……

Orang yang melakukan sesuatu tetapi tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu itu, maka dia akan membuat kerusakan yang lebih banyak daripada perbaikan yang dilakukan……

Carilah ilmu selama ia tidak mengganggu ibadah yang kau lakukan. Dan beribadahlah selama ibadah itu tidak mengganggu pencarian ilmu pengetahuan. Karena ada sebagian kaum Muslimin yang melakukan ibadah, tetapi mereka meninggalkan ilmu pengetahuan, sehingga mereka keluar dengan pedang mereka untuk membunuh umat Muhammad saw. Kalau mereka mau mencari ilmu pengetahuan, niscaya mereka tidak akan melakukan seperti apa yang mereka lakukan itu.” (Imam Hasan al-Bashri)*

*Fiqih Prioritas -Dr. Yusuf Al Qardhawy

(Kesempurnaan) Lelah…

… mungkin, memang harus merasakan apa itu LELAH,

… hingga suatu titik itulah akhirnya menemukan kerinduan yg dalam,

… Kerinduan untuk kembali kepada pelukan-Nya.

——————::—————

Bolehkah aku bersedih…

Bolehkah aku ‘pergi’sejenak…

Bolehkah aku ‘lari’ menjadi pecundang…

Mungkinkah aku pendusta nikmat?

 

Jika boleh aku ingin bersedih…

Jika boleh aku ingin pergi sejenak…

Mungkin aku lah pendusta nikmat, tapi sungguh aku bukanlah pecundang…

 

Aku mulai lelah mengejar matahari…

Aku mulai lelah mengejar waktu…

Aku mulai lelah ketika harus bergegas kembali ke dunia…

Setiap saat…setiap hari…

 

Kini,

Mengapa menjadi budak… budak pekerjaan… budak masa… budak waktu…

Jadi, sebenarnya untuk apa semua ini?

 

Sudah sampai manakah perjuanganku? Ketika memang perjuangan ku tidak mungkin dibandingkan Rasul-Mu, sahabat-sahabat Rasul-Mu, wanita-wanita tangguh dan mulia pilihan-Mu, ataupun orang-orang yang teguh di jalan-Mu…

Masih pantaskah aku mengatakan, aku lelah?

Sungguh aku malu…

———————————-::—————————–

Jadi,

Apa yang telah kita lakukan?

Pernahkan merasa sangat LELAH… merasakan semua “tidak bermakna”?

 

Ingatkah,

Ketika kita bersekolah bertahun-tahun. Jatuh bangun kita LELAH  belajar agar lulus sekolah dan mendapatkan ijazah.

Ingatkah, saat itu kita melupakan semua rasa lelah selama bersekolah dengan kebahagian karena lulus sekolah

 

Sekarang,

Kita dihadapkan pada pekerjaan, kantor, sekolah, keluarga, rekan, teman, anak…..HIDUP….

 

Dulu, sekarang, atau nanti…kita dihadapkan dengan rasa LELAH menjalani itu semua.

Hingga nanti pada kelulusan kelak (kematian.red), Akankah kita dapat membayar rasa lelah kita dg kebahagian* karena telah “lulus” dari sekolah kehidupan? (*khusnul khotimah.red)

 

Sekarang,

Berapa banyak orang yg sedang menderita “kelelahan”?

Berapa banyak yg akhirnya “berhenti” dan memilih “mati” di hidupnya?

Berapa banyak yg bisa “melanjutkan langkah” dalam naungan-Nya?

 

Sudahkah kita melibatkan-Nya dalam setiap langkah?

Kenapa harus merasa kelelahan jika telah melibatkan-Nya?

 

Sadarkah? Bahwa lelah hadir karena kita MELANGKAH SENDIRI…. tidak melibatkan-Nya…

 

Mungkin, memang sudah seharusnya merasakan apa itu “LELAH”

Hingga suatu titik itulah akhirnya merasakan kerinduan yg dalam…

 

“Kala kita rutin menghamba, kala kita rutin bermunajat dan kala kita rutin melibatkan ALLAH, nanti pada satu masa turunnya iman, ada rindu yang tak bisa dijawab, kecuali dengan mendekat lagi dan terus mendekat pada-Nya” **

 

Mungkinkah kelelahan hadir karena rindu…

Rindu kepada-Nya,

Rindu dalam dekapan-Nya…

Rindu bersama-Nya

 

-Wallahu ‘alam-

——————————-::::—————————

The sides*note:

“Ketahuilah hanya dengan mengingati Allah, hati menjadi tenang” (Q.S Al-Raad : 28)

 

“Ya muqallib al-qulub, thabbit qalbi ‘ala dinik. Ya muqallib al-qulub, thabbit ‘ala’l-haqq. Ya muqallib al-qulub, thabbit qalbi ‘ala ta’atik”
Wahai Tuhan Yang Membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini di atas agama-Mu, tetapkan hati ini di atas kebenaran-Mu, tetapkan hati ini dgn taat pada-Mu
. (Doa Rasullullah SAW)

 

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya,  JIKA kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imron:139)

 

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS. Ar Rahman:13)

 

[http://www.youtube.com/watch?v=AY5LZopqyio]

**Kutipan dari  trp-kesempurnaan-aqidah-dan-cinta

Hanya aku dan Ayah :)

http://www.google.com/imgres?um=1&hl=en&sa=N&biw=1024&bih=510&tbm=isch&tbnid=RNxPHjIjbYhVaM:&imgrefurl=http://ajlevan.theworldrace.org/%3Ffilename%3Ddaddys-little-girl&docid=BW2ObqwLK3oNcM&imgurl=http://ajlevan.theworldrace.org/blogphotos/theworldrace/ajlevan/daddys-little-girl.jpg&w=333&h=500&ei=iFWHT6DMA4aOmQWitInABw&zoom=1&iact=hc&vpx=102&vpy=130&dur=409&hovh=267&hovw=178&tx=75&ty=228&sig=108315346126350139542&page=1&tbnh=135&tbnw=91&start=0&ndsp=12&ved=1t:429,r:6,s:0,i:96

 

Ayah,

Bagaimana kabar Ayah hari ini?

Ayah, sudah lama kita tidak bercerita bersama…Yuk kita bercerita…

 

Ayah,

Aku kecil suka sekali ketika ayah membelikan kue coklat bulat, -dorayaki- begitu kita menyebutnya… Kita penggemar Doraemon ya Ayah…

 

Ayah,

Ketika selesai solat berjamaah dan engkau bersiap memberikan ‘kultum’,  dan aku kecil bermalas-malasan…Ayah, jangan lama-lama, lapar….

 

Ayah,

Aku selalu menanti kedatangan Ayah dari luar kota, ketika Ayah selalu membelikan boneka baru meskipun boneka-boneka tersebut rusak ditanganku… dengan bangga aku kecil berujar, “Ayah lihat bonekanya aku operasi, aku dokter hebat kan…

 

Ayah…

Ingatkah ketika aku ingin sepatu roda. Teman-temanku punya semua. Ayah, aku juga mau… Tapi engkau menjawab dengan ‘sangat’ santai, “Pinjam saja ke temanmu, beli hal-hal yg lebih penting…” Ayah, mungkin aku kecil sedih tapi itukah cara Ayah mengajari agar hidup sederhana?

 

Ayah, kenapa dulu genteng rumah selalu bocor?

Ayah, aku kecil suka sekali berada diatas atap rumah  kaki-kakikulah yg menyebabkan genteng dirumah bocor, jadi bukan karena genteng rumah kita sudah tua seperti yang Ayah kira…

 

Ayah, tahukah dimana tempat favoritku?

Ayah, aku suka sekali berada diatas atap rumah; duduk, membaca, mengajak teman-teman ‘berkemah’ sambil menikmati manisnya buah mangga… Ayah, aku suka melihat langit sore, melihat  burung-burung ketika mulai kembali ke sarangnya, menikmati semilir angin, semuanya menyenangkan jika di atas atap, Ayah. Aku baru turun ketika Ayah memanggil namaku, Ayah mencariku…

 

Ayah, coba tebak kenapa dulu ikan-ikan dikolam mati semua?

Apakah Ayah tahu?

Ayah tahu aku suka sekali menyantap tahu goreng buatan Ibu. Aku ingin ikan-ikan juga merasakan tahu goreng enak itu. Esoknya, ikan-ikan itu mati…Ayah, ternyata ikan tidak suka tahu goreng…

 

Ayah,

Ketika itu engkau duduk. Ayah sedang bersedih? Aku kecil datang menghampiri Ayah, dan memanggilku seolah tidak ada apa-apa… Ayah berusaha kuat. Ayah, Tidak bisakah Ayah menangis seperti saat aku menangis digigit semut… Apakah laki-laki tidak boleh menangis?

 

Ayah,

Mungkin saat itu Ayah sedang lelah atau aku kecil terlalu nakal? Ketika Ayah mulai meninggikan suara, aku takut Ayah…

 

Ayah,

Aku kecil senang ketika ayah membelikan sepeda mini roda tiga. Ayah, aku protes ketika Ayah mulai melepas satu persatu roda sepedaku jadi roda dua. Ayah, aku takut jatuh… Tapi Ayah mengajariku, menjaga agar sepedaku tidak jatuh, eh tetap  saja aku jatuh… ternyata aku kecil bisa, dan naik sepeda roda dua lebih enak ya…

 

Ayah,

Selalu menggosok-gosok lembut rambutku… Ayah benar-benar sayang aku ya dan tidak lupa Ayah juga jadi tahu jika aku belum keramas…

Ayah, menyenangkan sekali aku kecil bersama Ayah…

 

Ayah,

Ketika mulai remaja, entahlah…

Kenapa Ayah tidak lagi mengasyikkan seperti saat aku kecil?

Ayah menegurku ketika aku pulang hampir malam tiba… Kenapa Ayah menjadi lebih sering ‘memarahi’ aku? Ayah memberikan nasihat atau memarahiku? Sepertinya tidak ada bedanya… Inikah cara Ayah menjaga aku di masa remaja ku?

 

Ayah,

Aku mulai pindah dan menetap di kota lain.

Aku agak berjauhan dari Ayah, aku mulai jarang pulang, kita jarang bercerita

Saat itu Ayah suka menanyakan kapan aku libur, kapan aku pulang…

Kini, aku semakin jauh dari Ayah,

tapi Ayah tidak lagi menanyakan kapan aku libur, kapan aku pulang..

Apakah Ayah takut menggangguku?

Apakah Ayah rindu aku?

 

*Bipp…(sms singkat)  “Ulil, i miss you 🙂 ”

 

Ayah, merindukan aku, Ah….baru kali ini Ayah bilang i miss you…

Ayah,  i miss you too…

 

Salam sayang

Your little girl 🙂

 

=================================================

 

Ayah, selalu mempunyai berbagai macam cara untuk ‘melindungi’ dan mengungkapkan rasa sayang kepada anak-anaknya, terutama anak perempuannya…

Bukankah begitu, para Ayah (atau calon Ayah)? :”)

 

——————————————————-

Rasulullah SAW bersabda : “ Orang yang paling baik di kalangan kamu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya dan sayalah yang paling baik kepada keluarga saya “ (HR. Ibnu Majah-Al Hakim)

 

Didiklah anak-anakmu dengan pendidikan yang baik karena hal itu adalah tanggung jawabmu (kepala rumah tangga). Sementara kelak bila anak-anakmu dewasa kan bertanggung jawab dan berbuat baik padamu) (Umar bin Khatab)

Pada 7 tahun pertama, perlakukan anak sebagai raja. Pada 7 tahun kedua, perlakukan anak sebagai tawanan perang. Pada 7 tahun ketiga, perlakukan anak sebagai sahabat.” (Ali bin Abi Thalib ra)

 

Tidur vs Alarm vs Adzan

Pagi ini sama seperti pagi sebelumnya…

Ketika alarm dg ‘kejam’ membagunkan lelap tidur…

Memaksa jiwa untuk segera bangun dr mimpi,

Memaksa raga untuk bangkit dari wonderland bed

”Tek” , sepasang tangan  lebih sigap untuk  mematikan benda paling berisik dunia ini, alarm.

-Hening-

Sekelebat perasaan lega hadir (dan bersiap untuk melanjutkan ’istirahat’ lg)

 

… Panggilan pagi itu, panggilan untuk segera menghadap Sang Penguasa Pagi pun berhenti, seiring berhentinya alarm…

Ah, begitu mudahnya mengheningkan suasana pagi ini, hanya dg sekali ”mematikan” alarm…

 

Sekarang, pasti suasana subuh di rumahku sana ”lebih” meriah…

Saat sang muadzin membangunkan dg suara Adzannya, bersahut sahutan dari seluruh penjuru,

Suasana adzan seakan berusaha sekuat tenaga membangunkan jiwa2 yg sedang terlelap dlm mimpinya,

Membangunkan manusia yg merasakan ”damai” dalam semunya dunia mimpi dan berlindung dibalik selimutnya.

 

”Ah berisik sekali suara adzan”, Pernahkah merasakan  merasa terganggu dg berisiknya suara adzan tersebut?

 

Beruntunglah sekarang teman-teman  yg masih dapat mendengarkan suara Adzan…

Rasakanlah, panggilan muadzin lebih baik daripada alarm…

Bayangkanlah, panggilan muadzin seolah dtg langsung dr Pemilik pagi…Pemilik subuh… Pemilik jiwa mu,

 

Mengajak untuk segera bangun dr ‘mimpi’ dan kesemuan hidup… Mengajak untuk segera bangkit dari mimpi menuju realita… Mimpi hanyalah sebuah mimpi jika tidak ‘bangun’ dan menghadapi realita…

 

Mungkin itukah yg hendak disampaikan kepada jiwa-jiwa yg terlelap untuk segera bangun? (Wallahualam)

 

Bagi ku ini adalah salah satu kerinduan jiwa…

Suara adzan oleh muadzin tua yg berada didekat rumahku begitu merindukan…

Kerinduan untuk mendengar ’kebisingan’ yg memecah keheningan pagi…

Kerinduan merasakanlah suara PanggilanNya….

 

Jiwa, bangunlah selagi engkau bisa mendengar adzan,

Bangunlah, selagi engkau masih bisa dibangunkan Nya dr ’kematian semu’,

Bangunlah, selagi malaikat-malaikat masih bernaung di langit dan bersiap mendoakan hamba2Nya,

Bangunlah  dan ubahlah mimpimu menjadi realita…

 

Hayyaala’ssalah,  Hayya a’lal falah (Marilah menunaikan salat- Mari meraih kemenangan)

Assholatu khoiru minannaum” (Shalat lebih baik dari pada tidur)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Lailaha ilallah

** March/10/2012 -Ba’da Shubuh, kabut, 8 Celcius menyelimuti pagi-

The Invisible Hand

(A) : I think, I’m the best planner for my life. I made my goals so perfectly.

But why? Oh, i failed every time…

I’m really disappointed with my self…

Am i the worst plan executor? Why?

 

(B) : Your life may not be going the way that you planned it,

BUT it is going exactly the way “Invisible Hand” planned it,

Enjoy you life and say “Alhamdulilah” as many as you take breath,

Let’s struggle, work and pray… 🙂

 

 

Your life may not be going the way that you planned it, BUT it is going exactly the way “Invisible Hand” planned it.

-man proposes Allah SWT disposes- ^^

 

 

"Nikmat Rabb, hendaklah kau ceritakan sbg tanda Syukur"(Ad-Dhuha11) -And as for the favor of Allah, do announce (it)….Thankfulness Never Die-

%d bloggers like this: