Category Archives: Puzzles

“Kemana hati itu?

images

“Kesedihan bukan tersebab atas sebuah kehilangan atau kepergian…. namun atas sebuah kemurnian, keterjagaan, keikhlasan dan bahkan ketauhidan yang mungkin terlarut bersama hilangnya atau perginya sebab itu….

(ZZ)

———————————————————————————————–

Allah Humma, Ya Muqallib Al-Quloob, Thabbit Qalbi ‘Alaa Deenik,
“O Turner of the hearts, make my heart firm upon Your Religion.”

“Verily, the hearts of all the sons of Adam are between the two fingers out of the fingers of the Compassionate Lord as one heart.
Rabb turns that to any (direction) Rabb likes.

Allāhumma Musarrif Al-Qulūbi Sarrif Qulūbana ‘Alā Tā’atika
“O Allah, Turner of the hearts, direct our hearts to Your obedience”

[The Prophet Muhammad (Salla-Allahu ‘Alayhi wa Sallam): Saheeh Muslim]

Advertisements

Rahasia Wanita: Telepati dan Airmata

download

 

 

 

 

 

 

 

Tetiba menarik sekali membahas #rahasia #wanita

Wanita: Penuh perasaan dan  airmata… benarkah?

Sebelumnya hendak  membahas, ingin sedikit bercerita mengenai #airmata dan #telepati, kejadian yang menurut saya patut di abadikan dalam blog ini 🙂

———————————————————————————————————————–

>> Minggu, 14/04/2013 malam pukul. 20.30 (waktu Taiwan)

Hari itu, entahlah, ada perasaan sedikit tidak mendukung diri, tiba-tiba saja semuanya begitu ‘gloomy’. Tahukan bahwa diripun hendak tak tahu kenapa?

Malam hari, perjalanan pulang kembali ke kampus setelah pertemuan dg beberapa teman di salah satu kampus di pusat Taipei.

Ada hal yg mendesak, sesak…
Diripun berjalan menyusuri jalan menuju stasiun MRT terdekat…
Jalanan dg lampu temaram, sayup-sayup angin malam berhembus, jalanan basah akan rintik hujan, sesekali rintik-rintik hujan menyentuh lembut wajah….

Menyusuri trotoar, mencoba melambatkan langkah, sambil mencoba mengatur nafas dan menetramkan hati. Semakin sesak dan tes..tes.. GAGAL.
Tetesan air pun jatuh berderai…berlomba-lomba…
ah kenapa ini kenapa…

Ahh, kenapa harus disaat seperti ini… seakan tidak peduli…berurai saja airmata ini-TANPA BISA DITAHAN- Yakin…

Diripun berjalan menyusuri jalan, menembus dinginnya malam, tangan sigap mengayunkan-mengusap usap mata- menyeka… Persis seperti kaca mobil yang di lap saat hujan…

Hati pun haru, diri pun seakan lemah. sungguh tetiba sangat rindu- entah kepada siapa rindu itu tersampaikan… akhirnya benar-benar rindu menghadap kepadaNya- rindu dipeluk-Nya… Yakin Dia sekarang dekat sekali….

Pun langkah kaki ini terus melangkah, mencari jalan yang lebih sepi dan temaram…
Aku benar-benar ingin sendiri….
Aku tidak ingin orang lain melihatku…
Biarkan biarkan aku menangis….
Biarkan aku….

Stasiun semakin dekat lampu temaram berganti terang….
Aku pastikan bahwa semua baik-baik saja…
Dan aku memang sedang baik-baik saja…
Hanya entahlah kenapa airmata ini terus saja mengalir…

 

>> on MRT- Gongguan-Jiantan (20 minutes -an)

Aku memilih duduk menunduk, memejamkan mata…
Aku berusaha untuk tidur…
Tiada disangka, airmata masih berlomba keluar dari kelopak mata ini…
Tes…tes..tes…deras..seperti titik-titik hujan…
Aku biarkan saja…

Kereta semakin ramai dan padat…
Aku tidak peduli, aku usap-usap segera mata…
Sangat berharap tiada seorangpun melihatku…
Apalagi bertanya, ada apa?
Sungguh aku tidak tahu apa jawabnya…
Sungguh….

Aku tidak ingin orang khawatir dengan air mataku…
Aku tidak sedang lemah…tidak pula butuh perhatian…
Aku ingin sendiri saja…
Berikan aku waktu….
Dan semua akan baik-baik saja (insyaAllah)

*Malam itu, bagiku seperti bermain dalam drama… ya drama…

>> Indonesia, Home, 14/04/2013 (pukul 20.00 WIB)

Malam itu,
Ibunda menerima sebuah sms, bahwa kakak tercinta sedang sakit…
Tetiba hatipun terasa sesak…pecahlah tangis…tiba-tiba…entahlah…
Ibunda segera menelepon kakak tercinta…
Kabar bahwa kakak baik-baik saja tidak jua bisa menghentikan airmata yang keluar…
Airmata pun sedang berlomba keluar…entahlah…
Pun,
Ketika adik ibu menelepon Ibunda…
Kembali tumpah ruahlah airmata membasahi, mengalir di pipi nya…
Kenapa ini… ada apa….
Ibunda merasakan rindu tiba-tiba…. tapi hendak rindu siapa dituju…entahlah… tiada tahu…
Tetiba terbayang alm. ibu dan bapak…
Malam itu hanya airmata saja….
Entahlah….

 

>> Indonesia, suatu tempat , 14/04/2013 (20.30 WIB)

Pulang jaga dari sebuah RSUD,
Mulai membaringkan badan lelahnya…
Hatinya dan batinnya merasakan lelah…
Seakan hilang harapan tiba-tiba menyeruak….

Entah kenapa ini…ada apa ini…

Semburat… airmata pun mulai mengalir….
Tes..tes…tes..tes….
Rasa sesak dihati pun hadir…
Desiran hangat mengalir menyentuh kalbu…
Semburat airmata masih saja keluar…
Tanpa tahu…kapan ini akan berakhir….
Dan terdiam, berharap akan harapan baru…

————————————————————————————————–
Duhai hati…duhai jiwa…dan duhai mata…
Ada apa gerangankah engkau?

Apa yang hendak ingin engkau sampaikan…
Apa yang hendak engkau ungkapkan…
Kenapa harus melalui airmata….

Sungguh, bukan…bukan dengan apa-apa airmata ini…
Tapi orang memandang bahwa air mata adalah lemah…
Duhai airmata…
Bahwa yakin, engkau hadir karena engkau hendak mengajarkan…
Airmata mengajarkan sebuah kepasrahan…
Bahwa bukanlah siapa-siapa diri-diri ini dimuka bumi ini…
Justru engkau mengajarkan bagaimana tetap teguh, kuat dan tegar…

Duhai airmata dan jiwa…
Tiadalah semua yg terjadi kehendak_Nya…
Dari engkau-engkaulah diri dan batin belajar…
Dia-lah yang mengajarkan melalui airmata…

Tetesan airmata…
menembus batin…
menguatkan hati…

Airmata…
Rahasia wanita….
Yang menguatkannya…

:’)

—————————————————————————————————————-
>> Penjelasan Cerita:

Tiada disangka,
Hari ini terungkap segala gundah gulana yang melanda diri tiba-tiba…
TELEPATI antara 3 wanita: Aku, Ibu, dan Kakak

Sebenarnya ini bukan yg pertama kali,
Kami ber tiga merasakan hal yang sama di saat waktu yang hampir bersama,
Ada rangkaian koneksi Telepati diantara kami yang tersambung…
entahlah…
Betapa kuat sinyal diantara kami…

Karenanya kami selalu ‘aware’ dengan apa yang sedang kami alami…
Senang atau sedih….
Apa yang terjadi?
Kami tidak tahu…
Kami memastikan bahwa satu sama lain baik-baik saja….
Pun kami berdoa bersama agar semua baik-baik saja…

“Having invisible communication between mom and her daughter, and also between the sister and her sisters are totally EXIST! No Doubt it….”
*Allahu akbar*

——————————————————————–
#KESIMPULAN:

Akhirnya, mari kita simpulkan mengenai RAHASIA WANITA…
Salah dua kuncinya adalah AIRMATA dan TELEPATI….

1) AIRMATA
Jangan anggap bahwa airmata adalah identik dengan kelemahan.
Bukan, justru airmata adalah sarana pembelajaran sosok wanita…

Airmata mengajarkan seseorang untuk menyadari mengenai makna hidup…
Airmata mengajari mengenai pembelajaran hidup…
Airmata mengajari lebih mengenal batin-hati…
Airmata mengajari keihklasan, kepasrahan, lebih tunduk kepada Pemilik dirinya…
Airmata menyehatkan jiwa-raga…

Ya…airmata itu menguatkan…

2) TELEPATI
Jangan pernah heran bahwa percuma bersembunyi dari wanita…
Percuma berkelit dari wanita
Percuma berbohong dari wanita
Perasaan yang terasah…terbangun…menguatka radar telepati…

Kekuatan wanita adalah ‘telepati’
Tiadalah semakin terasah telepati itu…
Karena wanita tercipta dengan penuh perasaan…
Wanita mudah membangun perasaan…

Wanita dan telepati…
(Mungkin) Tidak terpisahkan….

Sekian 🙂

16/04/2013 (pukul 01.03 -waktu Taiwan-)

 

Autumn leaves….

 

 

“Kau tahu…kini aku merasakan apa itu rindu pada rindu…. sebuah rindu diatas rindu… hingga aku akhirnya tidak bisa menjangkaunya…merasakan apa itu rindu….”

———————————————————————–

“Kau tahu,bagaimana rasanya rindu? tolong ceritakan padaku”

 

Pertanyaannya memecah kesunyian pagi ini….

Semilir angin dingin musim gugur dan tetesan lembut  embun pagi itu semakin terasa…

“Rindu? maksudmu?, rindu kepada siapa..pada apa…”, ganti aku bertanya…

 

“Pada apapun…Bukankah kerinduan bisa menghadirkan kehangatan… hanya itu yang aku ingat…aku sudah lupa bagaimana rasanya rindu..katakan padaku, bagaimana rindu itu….”

 

“Ya, kau benar…rindu itu menghangatkan…ketika kehangatan misterius hadir masuk ke bagian bagian partikel dinginnya jiwa… kekuatan besar bisa muncul karena rindu…”

“Bukankah begitu?” aku menatapnya…

 

“Entahlah, aku lupa…”

“Hidup ini selalu mengajariku tentang rindu… datang dan pergi….perjumpaan dan perpisahan… semua yang baru dan yang lama… semua mengajariku rindu….”

“Kau tahu, aku tidak pernah mengabaikan rindu… aku berusaha menghadirkan rindu…. aku menerimanya…tapi ………..”

 

“Tapi, kenapa…..” kataku

 

 

“Ketika orang lain mengatakan rindu kepada angin..kepada awan…. bahkan aku tidak mengerti akan itu…..”

“Tapi seakan aku tidak diijinkan untuk rindu………”

“Kau tahu, sejauh ini aku melangkah…seakan aku menyusuri bumi ini… aku tidak diam…. tapi…seakan rindu itu tidak hadir….”

Aku memandangnya-diam-

….autumn leaves berserakan diantara kaki kaki kami…

musik lembut sang angin pun ikut menjadi saksi….

“Kau tahu…kini aku merasakan apa itu rindu pada rindu…. sebuah rindu diatas rindu… hingga aku akhirnya tidak bisa menjangkaunya…merasakan apa itu rindu….”

 

“Semakin aku mencoba untuk rindu..semakin aku jauh dari apa itu rindu…. dan aku mulai kehilangan dg apa itu rindu…. is it over yet?

 

“….aku merasakan apa yg dirasakan sang autumn…”

“Autumn…ketika daun daun itu begitu indahnya… daun-daun indah itu harus berguguran…. daun-daun indah itu harus berserakan….harus diterbangkan angin…daun-daun itu harus terbang…dan berserakan kembali…. “

“Daun-daun itu harus gugur satu per satu….hingga semua nya gugur… dan tidak ada daun dan masa-masa dinginpun harus hadir….”

“Hingga suatu masa…suatu waktu…daun-daun itu akan muncul kembali…bersama indah dan harumnya bunga-bunga…”

 

 

Daun- daun maple menerpa wajah kami…Seakan ikut menyapa

“Benar, seakan aku tidak diijinkan untuk rindu…. Aku belum diijinkan untuk rindu oleh Sang Pemilik Rindu…..”

 

“Mungkin inilah penjagaan terbaik dari Sang Rindu…. “

“Penjagaan dari rindu yg tidak seharusnya….tidak sepantasnya….tidak sepatutnya…”

 

-Sinar kemerahan matahari menerpa wajah lembutnya…pandangannya jauh…tersenyum-

—————————————————————————

The Side*Note:

Karena sebuah kerinduan itu tidak selalu harus dirasakan….

Karena kerinduan itu tidak harus selalu di cari….

Karena ketidakrinduan itu penjagaan…

Penjagaan terhadap hidupnya hati…

Lagi,

Karena kerinduan tidak harus selalu harus dirasakan…

Karena bisa jadi menjadi penjagaanNya terhadap sebenar-benarnya rindu….

…………

 

 

Postpone!! G-Student Story

#eh…

Postpone….

Blog ini sedang tidak aktif dan tidak produktif (sedihnya…)

Alasan apalagi sekarang? -,-

Alasannya….. Alasannya urusan tulis menulis dipindah… uhm…

dipindah… ke dalam proses “creating” something…. (hahaha)

———————————————

 

Baiklah, yuk sembari take a break “creating”, aye cerita sedikit ya (sumber dr salah satu professor di kampus) tentang “Thinking Skill”. Yuks semoga menambah semangat…

 

Begini,

Thinking skill ada tingkatannya =>

Lower order thinking skill => Higher order thinking skill

(Cone of Learning*)

 

 

Lihat cone diatas deh (bukan ice cone loh):

Intinya sih gini, sebagai student jika hanya REMEMBERING maka THINKING SKILL nya low…. (Hanya inget2 materi pelajaran) => celakanya sistem pendidikan yg kita dapat nih banyak mengandalkan skill “remembering” ini. Buanyaaak materi ujiannya, model soalnya hapalan semua. Selesai ujian…lupa deh -,-

 

Jika masuk level pemikiran UNDERSTANDING, maka agak tinggi lah thinking skill nya…

Apalagi yg APPLYING lumayan naik kasta lah thinking skill nya…. (selamat!!!)

 

Yap,

Ini nih 3 posisi teratas dari Thinking Skill:

Analysis, Evaluating, Creating….

 

Nyadar ato tidak orang2 yang jago ANALYSIS dan EVALUATING memang berkategori mempunyai thinking skill yang tinggi (ya iyalah…untuk bisa analysis dan evaluating harus benar-benar sangat memahami (understanding) dan mengerti bagaimana penerapannya (applying)……

 

….apalagi yang telah masuk level CREATING! #WOW…

Creating ‘something’….

 

Bagaimana proses “creating” tuh harus dituntut tahu kebutuhan akan creating tsb,  plus “bahan-bahan” yg harus gunakan untuk creating, dan kontribusi apa yg bisa diberikan dari hasil “creating” tsb, de ..el..el…

(Nah loh puyeng kan baca penjelasanku, hahahaha -,-)

 

Celaka nya, professor ku tsb bilang bahwa sebagai g-student itu HARUS sudah masuk level ANALYSIS, EVALUATING, dan CREATING!

Makanya gak heran g-students di “force” bikin paper-paper, publish…etc dan finalnya adalah bikin THESIS!!! (skripsi, disertasi, etc)

 

Jadi….kalo ada student yg males-malesan bin ogah dan tersiksa bikin yg namanya “CREATING”…. Perlu sangat dipertanyakan status nya sebagai “Student” nya…

 

#plaaaaakkkk

#Berasa ditampar tiba2….

But,

Wait….

I really desire become g-student kok… #eh

 

Ah, sebenarnya aye pribadi gak melulu ributin masalah gelar g-student ato gimana…

Aye pribadi lebih peduli gimana bisa ‘CONTRIBUTING’…

Kita mah hidup sekali….sayang banget gak ngapa-ngapain….

 

Gimana cara kita bisa contributing? Salah satunya adalah dg:

 

CREATING!!!!

 

Creating ‘something’ yang memberikan kontribusi bagi kemajuan….. (titik-titik-isi sendiri sesuai keinginan)

(*hahaha gak usah mulu’2 deh~at least kemajuan bagi diri sendiri =p)

~Creating become nice person, smiling person…. (ato banyak cara-cara sederhana lainnya)

 

Syukur2 bisa berkontribusi bagi kemaslahatan dunia…..

(#Aiiihhhh… maunya 0.0)

 

Jadi gimana nih?

Yuks creating…

I will…you will…we will…

Contributing for the better life ヽ(○´∀`)ノ

 

 

 

 

 

 

 

 

 

———————————————————————

*The Side-Note:

Ni ceritanya lg take a break nulis-nulis, tp tiba-tiba malah lancar nulis blog! -,-

whats!! 01.00 am-

Saat nya tidur yuk… Jangan sering2 begadang, Rasulullah aja jarang begadang klo gak bnr2 terpaksa , hehe

 

Wan An… Semangat Malam 🙂

#story #studentlife #spam #distraction

———————————————————————–

NB:

*Silahkan dibantah, di opini, di tambahkan… Silahkan komen 😉

*jika salah dan agak error dalam content-isi nya, maklumlah karena nulisnya buat seneng2 (jadi males jg nyari2 teori ‘mendetail’ tentang cone learning, etc). Tulisan ini full pemikiran g-student wanna be yg lagi distraction akut dan nulis buat nyemangatin diri sendiri, hahaha ;D

#WorldHijabDay

…. Ketika suatu saat dunia mengakui ”hijab”  mu,

…. Ketika suatu saat dunia mengakui identitas mu sebagai muslim,

…. Hendak apalagi yang ingin engkau capai?

 

——————————————

Hari ini adalah #World Hijab Day (Ada ya? Baru ngeh juga aku nya…)

Sebuah perjuangan panjang bagi wanita muslimah untuk menggunakan hijab dari dahulu sampai sekarang.  Sebuah perkembangan yang sangat pesat telah terjadi di tanah Indonesia tentang hijab saat ini. Sedangkan di bagian bumi lain khususnya Eropa-Amerika,  banyak muslimah yg masih memperjuangkan hijab mereka agar diakui-diterima…bukan sekedar simbol agama saja…

 

Berbagai opini muncul kala mengobrol dengan teman-teman foreigners non muslim. Ketika mereka menganggap bahwa hijab adalah sebuah budaya.  Ketika hijab adalah sebuah tren pakaian atau pakaian adat saja. Bahkan ada yg menyuruhku berganti baju yg lebih ’sesuai’ untuk  musim panas karena kasihan melihatku…dan lain-lain.

Ada lagi bagian masyarakat  US  yg terjangkit islamophobia dan highly curious terhadap muslim, islam. Takut namun penasaran dengan islam. Temanku yg berasal dari US itu hanya highly curious. Sangat penasaran. Setiap perjumpaan kami  terselip obrolan mengenai islam khususnya tentang hijab.

 

Kenapa kamu pakai hijab? Apa yang membedakan kamu dg org2 yg tidak berhijab? Apakah dengan hijab membedakan kamu sebagai orang baik atau bukan? Bagaimana dg org yg baik tapi tidak menggunakan jilbab? Bagaimana dg org yg berjilbab tapi tidak baik perilakunya?

 

Hingga akhirnya sebuah obrolan ringan bersama kawanku  saat itu membuatku tiba-tiba membuatku ”terhenyak”.

Obrolan panjang kami terhenti dg pertanyaanya yg terakhirnya…

Bagaimana ketika dunia mengakui keberadaan muslimah yang berhijab,

Ketika identitas kalian sebagai muslim diakui oleh dunia,

atau bahkan banyak wanita didunia ini berhijab…

….apa lagi yg akan kalian cari?

….Apa yang akan membedakan antara kalian wanita muslim, satu sama lain?

 

-Aku terdiam….

 

”Allah lah yang mengetahui  ”perbedaan” antara manusia satu dan lainnya”

Sebuah jawaban singkat aku berikan. Entah dia mengerti atau tidak sebuah jawaban mengenai ke-Esa-an Yang Maha Mengetahui hal-hal “terkecil” “tersembunyi” pada tiap-tiap jiwa makhluk-Nya.

 

————————————-

 

Ketika suatu saat dunia mengakui ”hijab” ini…

Ketika suatu saat dunia mengakui identitas kita sebagai muslim…

Apalagi yg hendak kita capai?

Untuk siapa hijab-hijab ini hendak kita persembahkan?

Sebenarnya tujuan apa yang hendak dicapai dari perjuangan panjang  ini?

 

—————————————-

Akhirnya,

Saat diri berikrar untuk berhijab,

Saat raga tertutup oleh hijab itu,

Harapan sejati terdalam, jiwa pun ”berhijab”  pula…

Hingga jiwa dan raga pun menyatu… untuk saling menjaga….saling terjaga….

Menghasilkan sebuah keharmonisan sosok muslimah sesungguhnya…seutuhnya…

Hijab~ Tiada lain tak terkecuali yakni sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya.

Hanya kepada-Nya. Cukup.

 

“Hijab is not merely a covering dress, but more importantly it’s manners, speech, behavior, appearance in anywhere…anytime…anything…anyone….we are….

 

(Wallahu a’lam bish-shawabi )

 

Happy Hijab Day, sisters… 

The broken hearted ~ Sebuah Kisah Klasik

… jika akan membuat jejak-jejak goresan kembali…

… sang Peri memilih untuk meninggalkan hatinya…

… dan sang Peri pun bersiap menghanyutkan hatinya…

———–

 

”Apa yang kamu lakukan peri?”, tiba-tiba malaikat pun hadir.

”Menghanyutkan hati ini, sekarang… agar aku dapat terbang bebas. Sayapku terlalu kecil untuk menopang hati ini dan bahkan aku mungkin tiada sanggup lagi memelihara hati ini”

 

~~~Malaikat tersenyum. Terdiam~~~

 

Peri pun berkata kepada malaikat,

”Malaikat… aku ingin menjadi dirimu”,

 

”Aku hanya ingin kebaikan….hanya berbuat baik saja… seperti dirimu yang hanya diciptakan untuk selalu dalam kebaikan…andai aku menjadi dirimu, wahai malaikat”,

 

”Malaikat… beruntunglah engkau tidak mempunyai hati…rasa… dan asa. Beruntunglah engkau tidak merasakan apa itu hati dan rasa”,

 

”Malaikat… jika hati dan rasa ini justru menenggelamkanku… Hingga hati ini memberatkanku… rasa ini menghalangiku… dan asa ini pun membuatku pamrih… Jadi, untuk apa semua hal yang sia-sia itu?”,

 

”Malaikat…. maka biarlah aku meninggalkan hati ini, rasa ini…menghanyutkannya pada aliran sungai ini…. biarlah riak-riak air ini membawanya pergi ke samudra yang lebih luas”

 

~~~Malaikat pun kembali tersenyum~~~

 

”Peri, berdamailah dengan hatimu…. satukan hati dan jiwa mu bersama untuk kebaikan”

 

”Bagaimana engkau dapat menyentuh kebaikan hati-hati lain jika engkau hadir tanpa hati?”

 

”Tidakkah engkau menyadari salah satu tanda kebesaran Sang Penguasa adalah atas hadirnya hati itu… atas rasa itu….”

 

”Berdamailah dengan hati itu meski telah tergores….tetaplah langkahkan jiwamu memurnikan hati itu…”

 

”Karena hadirnya hati itulah… rasa itulah…. yang membuat engkau unggul diantara makhluk lain, termasuk diantara para malaikat**”

 

”Maka, berdamailah….”

 

—————

~Butiran kristal indah menghiasi bola kaca sang Peri. Bening dan lembut. Kilau sinar lembut menerobos sayap tipis sang Peri. Embun tipis disela rerumputan pun mulai menghilang seiring sang mentari hadir… pun menghilangkan keraguan sang Peri. Hangatnya mentari kembali menyejukkan… membawanya berdamai…………..dengan hati kecil nya ~

—-the end—-

————————————————————————————————-

The sides Note:

**(Q.S. Al-Hijr: 28-29)

Revival~ Here’s Hope…

Revival still go on…

.

.

.

.

.

Ketika diri berani berikrar, saatnya lah ikrar itu dibuktikan…

Sungguh jikalau ternyata tak setangguh dari yang dibayangkan…

Tak sekuat yang di janjikan, tak semurni yang di ikrarkan…

Akhirnya tertunduk…malu…

.

.

.

.

.

Revival still go on…

Kapal telah dibakar semenjak berlabuh…

Tidak ada jalan untuk kembali….

Tetap maju untuk ‘menang’ atau berakhir dalam keadaan berjuang….

Dan inilah saatnya telah tiba….

.

.

.

.

.

Kembali lagi untuk ber ikrar suci…

Kembali lagi untuk selalu tersenyum tulus^^

Kembali lagi untuk terus ‘melangkah’ pasti….

Revival still go on….

.

.

.

.

.

“Laa ilaaha illa Allah Muhammadur Rasulullah“

~Jumu’ah, June 22 2012~Here’s hope 🙂

————————————————————-

The Sides*Note:

 

“…apakah manusia akan mendapatkan segala yang di cita-citakan?
Tidak! Maka milik Allah-lah kehidupan akhirat dan dunia”          (Q.S. An-Najm: 24-25)

 

“Bila Allah SWT menakdirkan sesuatu, maka Dia pula yang akan mengadakan ‘jalan-jalan’ tersebut sehingga takdir-Nya terwujud” (Aa’ Gym)