Autumn leaves….

 

 

“Kau tahu…kini aku merasakan apa itu rindu pada rindu…. sebuah rindu diatas rindu… hingga aku akhirnya tidak bisa menjangkaunya…merasakan apa itu rindu….”

———————————————————————–

“Kau tahu,bagaimana rasanya rindu? tolong ceritakan padaku”

 

Pertanyaannya memecah kesunyian pagi ini….

Semilir angin dingin musim gugur dan tetesan lembut  embun pagi itu semakin terasa…

“Rindu? maksudmu?, rindu kepada siapa..pada apa…”, ganti aku bertanya…

 

“Pada apapun…Bukankah kerinduan bisa menghadirkan kehangatan… hanya itu yang aku ingat…aku sudah lupa bagaimana rasanya rindu..katakan padaku, bagaimana rindu itu….”

 

“Ya, kau benar…rindu itu menghangatkan…ketika kehangatan misterius hadir masuk ke bagian bagian partikel dinginnya jiwa… kekuatan besar bisa muncul karena rindu…”

“Bukankah begitu?” aku menatapnya…

 

“Entahlah, aku lupa…”

“Hidup ini selalu mengajariku tentang rindu… datang dan pergi….perjumpaan dan perpisahan… semua yang baru dan yang lama… semua mengajariku rindu….”

“Kau tahu, aku tidak pernah mengabaikan rindu… aku berusaha menghadirkan rindu…. aku menerimanya…tapi ………..”

 

“Tapi, kenapa…..” kataku

 

 

“Ketika orang lain mengatakan rindu kepada angin..kepada awan…. bahkan aku tidak mengerti akan itu…..”

“Tapi seakan aku tidak diijinkan untuk rindu………”

“Kau tahu, sejauh ini aku melangkah…seakan aku menyusuri bumi ini… aku tidak diam…. tapi…seakan rindu itu tidak hadir….”

Aku memandangnya-diam-

….autumn leaves berserakan diantara kaki kaki kami…

musik lembut sang angin pun ikut menjadi saksi….

“Kau tahu…kini aku merasakan apa itu rindu pada rindu…. sebuah rindu diatas rindu… hingga aku akhirnya tidak bisa menjangkaunya…merasakan apa itu rindu….”

 

“Semakin aku mencoba untuk rindu..semakin aku jauh dari apa itu rindu…. dan aku mulai kehilangan dg apa itu rindu…. is it over yet?

 

“….aku merasakan apa yg dirasakan sang autumn…”

“Autumn…ketika daun daun itu begitu indahnya… daun-daun indah itu harus berguguran…. daun-daun indah itu harus berserakan….harus diterbangkan angin…daun-daun itu harus terbang…dan berserakan kembali…. “

“Daun-daun itu harus gugur satu per satu….hingga semua nya gugur… dan tidak ada daun dan masa-masa dinginpun harus hadir….”

“Hingga suatu masa…suatu waktu…daun-daun itu akan muncul kembali…bersama indah dan harumnya bunga-bunga…”

 

 

Daun- daun maple menerpa wajah kami…Seakan ikut menyapa

“Benar, seakan aku tidak diijinkan untuk rindu…. Aku belum diijinkan untuk rindu oleh Sang Pemilik Rindu…..”

 

“Mungkin inilah penjagaan terbaik dari Sang Rindu…. “

“Penjagaan dari rindu yg tidak seharusnya….tidak sepantasnya….tidak sepatutnya…”

 

-Sinar kemerahan matahari menerpa wajah lembutnya…pandangannya jauh…tersenyum-

—————————————————————————

The Side*Note:

Karena sebuah kerinduan itu tidak selalu harus dirasakan….

Karena kerinduan itu tidak harus selalu di cari….

Karena ketidakrinduan itu penjagaan…

Penjagaan terhadap hidupnya hati…

Lagi,

Karena kerinduan tidak harus selalu harus dirasakan…

Karena bisa jadi menjadi penjagaanNya terhadap sebenar-benarnya rindu….

…………

 

 

Advertisements

Leave your message/s :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s