Happy New Year (1 Muharram)

“Kembali meLURUSkan yang menyimpang…MengKUATkan yang lemah… MengINGATkan yang terlupa….”

….will our journeys worth the fight?

….we keep holding out for what we don’t know….we never know….

….BarakAllah New Year- 1 Muharram 1434 Hijriyah

 

————————————————————-00——————————————————

Bismillahhirakhmanirrakhim sodaraaah…..
Now, we counting the hours to =>>> New Year 1434 Hijriyah (1 Muharram) ^_____^

Alhamdulillah…tiba-tiba deg deg..an gimana begitu…

What we have done?

#hening…

 

Sebelumnya mari kita telusuri makna tahun baru Hijriyah ini…

Mari kita meneladani makna HIJRAH yang dilakukan Nabi Muhammad SAW…

Hijrah Nabi Muhammad Saw…

Saat Nabi Muhammad dan kaum muslim “hijrah” dari Mekkah ke Madinah…

Saat para sahabat nabi berkorban dan bersatu padu dalam rangka mewujudkan “hijrah”…

Saat sebuah perjuangan maksimal melandasi makna hijrah…

Saat sebuah upaya maksimal melingkupi menaungi makna hijrah…

Saat hijrah adalah upaya perbaikan….

Saat hijrah adalah upaya perwujudan keimanan-ketaqwaan kepada-Nya….

Saat hijrah adalah upaya pemasrahan diri kepada-Nya…

Saat hijrah adalah upaya untuk terus ber-ikhtiar dan menyempurnakan….

Sebuah penyempurnaan sebagai sebaik-baik hamba-Nya….


———————————————————00——————————————————–

Dan…..

InsyaAllah kali ini akan sedikit share ttg Hijriyah-bulan Muharram…

Apa yang harus dilakukan di bulan muharram?

Adakah amalan khusus di bulan muharram?

Bagaimana….

 

=>> Singkatnya begini:

1. What we have done? (Yuk bermuhasabah/ evaluasi diri/ reflection)

Ya, momen evaluasi diri memang bisa dilakukan kapan saja, tiap waktu tiap akhir malam, atau sekehendak hati. Namun, Bulan muharram adalah bulan awal dalam kalender islam,  sepertinya ini bisa dijadikan momen yang pas untuk mengevaluasi “keseluruhan” yang telah kita lakukan…..

 

What we’ve done before?

What we’ve been preparing for?

Untuk kehidupan sekarang (dunia) dan kehidupan setelah ini (akhirat)

Cobalah luangkan waktu sejenak disela kesibukan yang jelas-jelas tiada habisnya ini…

 

Kembali meLURUSkan yang menyimpang…MengKUATkan yang lemah… MengINGATkan yang terlupa….

 

Tiadalah ada sebuah kelelahan dalam diri manusia untuk terus memperbaiki diri…untuk terus ‘melangkah’ di bumi-Nya…kepada-Nya….

Tiadalah kesempurnaan dari kelelahan selain akhirnya……meraih keridho’anNya

(Yakni, semakin dan semakin bertambah kebaikan dan manfaat yang didapatkan-dihasilkan DAN mengakhiri kehidupan dunia ini dengan sebaik-baiknya akhir hidup- khusnul khotimah)…bukankah begitu sodaraku?

 

Yuk…mari silahkan evaluasi dan menyusun rencana-rencana-harapan dan tujuan kembali selama 1 tahun kedepan….

Mengingatkan,

“Rabb, sesempurna apapun rencana-rencana kami__Sungguh ridho-Mu lah yang menjadi penyempurna dalam sebuah kesempurnaan” 

 

—————————————————00—————————————————–

2. Amalan yang dilakukan di Bulan Muharram

Bulan Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Islam. Dan, bulan muharram termasuk dalam empat Bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT (Bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Bulan Rajab). Apakah lantas kita mengistimewakan dengan amalan-amalan yang terbiasa ada dimasyarakat (Budaya vs Ibadah)?

Sejatinya, segala sesuatunya tergantung dari niatnya. Namun, tiadalah sebuah amalan itu melainkan ada dalil yang kuat yang melandasi nya…

Dari ‘Aisyah rodhiyallohu ‘anha, dia berkata; Rosululloh SAW bersabda:

“Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada perintah kami atasnya maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim)

 

InsyaAllah sudahkah paham?

Bukanlah kita harus mengikuti tradisi nenek moyang atau kakek moyang…atau moyang moyang lainnya yg tidak ada sanad/ dasar hukumnya… Mungkin, yuk..lebih berhati-hati….

Menyikapi banyak diantara masyarakat kita yg sangat  kental masalah pencampur adukkan agama dan tradisi bagaimana?

Semoga memang beliau-beliau belum paham…

Yang sudah paham, Mari adakan pendekatan pelan-pelan…sampaikan perlahan- karena pemahaman itu tidak instan/langsung..tapi secara perlahan hingga nantinya dapat tertanam kuat dalam diri…. (InsyaAllah)

 

=>> Perlukah mengkhususkan doa awal dan akhir tahun?

Mungkin ada yang pernah membaca adanya doa ‘khusus’ akhir tahun dan awal tahun ya? Jadi bagaimana?

Doa itu bisa dari => doa yang lafadz nya ada dalam Alquran dan berasal dari Rasullulah. Ataupun doa-doa yang dari orang-orang soleh / dari kita.

Sejatinya memang baiknya doa berasal dari Alquran dan hadist.

Namun, apabila doa yang kita lantunkan memang baik dan semakin mendekatkan kita akan kehadiran-Nya dalam lantunan munajat doa kita, kenapa tidak?…..

Yang terpenting adalah meluruskan niat…tidak selalu harus tidak terpatron pada harus waktu sekarang atau nanti, harus ini itu… klo tidak begini maka akan begitu…. dalam hal ini sudah terkotak-kotak dan “mengkhususkan” dengan dasar yang di buat-buat…

 

Baiknya, Yuk…

Kembali luruskan niat dalam berdoa….

Sungguh Allah itu dekat, Allah-lah yang mengetahui tiap niat tersembunyi….

Mendekatlah pd-Nya…Berdoalah…

“Berdoalah engkau semua padaKu, pasti Aku mengabulkan doamu semua itu.” (Q.S 40: 60)

 

 

Jadi, apalagi?

Selanjutnya, amalan di bulan muharram yang dianjurkan adalah =>>

=> Disunnahkan untuk Puasa Assyura’ (10 Muharram) ^_____^

Dari Abu Hurairah RA. berkata, Rasulullah Saw. bersabda,

“Sebaik-baiknya puasa setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram. Dan sebaik-baiknya ibadah setelah ibadah wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim)

 

=> Fadhilah Shaum ‘Asyura’ (tanggal 10 Muharram) apa?

Dari Abu Qotadah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Saya berharap ia bisa menghapuskan dosa-dosa satu tahun yang telah lewat.”  (HR. Muslim)

 

=> Bagaimana pelaksanaannya*? 

  • Puasa 3 hari (9, 10, 11 Muharram)
  • Puasa 2 hari (9, 10 Muharram) (*yg dianjurkan)
  • Puasa 1 hari (10 Muharram)

*Selanjutnya, silahkan lihat dr sumber di bawah-lebih lengkap dalilnya… 🙂

——————————————————–00———————————————————

 

Alhamdulillah…

Baiklah…semoga bermanfaat…

Sungguh kesalahan dan kekurangan datangnya dari hamba yang selemah-lemahnya ini… dan kesempurnaan, kebenaran  ilmu hanyalah milik-Nya…..

Wallahu a’lam bish-shawabi

 

————————————————————-00———————————————————

My side Note:

Sungguh tak dapat kudapatkan cela yg paling besar pada diri seseorang kecuali…. kemampuannya untuk ‘sempurna’ namun…. dia tidak mau berjuang untuk meraihnya (Al-Mutanabbi)

 

Sungguh,

Semoga diri-diri ini selalu dalam semangat-ghirah untuk selalu “menyempurnakan” diri dalam kebaikan….  #Hijrah

meskipun NYATA,

bahwa diri ini tak akan pernah bisa menjadi SEMPURNA…

 

——————————————————–00——————————————————-

….will our journeys worth the fight?

….we keep holding out for what we don’t know….we never know….

…. Rabb exist… Rabb will answer every single prayer…

…. we know its right….

…. Keep moving forward, my brothers-sisters…

 

BarakaAllah New Year- 1 Muharram 1434 Hijriyah

BarakaAllah….

BArakaAllah…

For a whole Year….. ^^

 

*Taipei, 14/11/2012, 11.33 (GMT+8)

#cloudy #autumn #noon #discussionroom12 #dizzy 

 

 

———————————————————————————————————————————–

Sources:

http://www.dakwatuna.com/2008/01/359/fadhilah-shaum-bulan-muharram/#ixzz2C9uZpUEE….http://www.dakwatuna.com/2011/12/17012/bulan-muharram-keutamaan-legenda-mitos-dan-bidah-di-dalamnya/#ixzz2C9yhCAs1….. http://www.almanar.co.id/artikel-asatidzah/keutamaan-muharram-dan-asyura.html 

Autumn leaves….

 

 

“Kau tahu…kini aku merasakan apa itu rindu pada rindu…. sebuah rindu diatas rindu… hingga aku akhirnya tidak bisa menjangkaunya…merasakan apa itu rindu….”

———————————————————————–

“Kau tahu,bagaimana rasanya rindu? tolong ceritakan padaku”

 

Pertanyaannya memecah kesunyian pagi ini….

Semilir angin dingin musim gugur dan tetesan lembut  embun pagi itu semakin terasa…

“Rindu? maksudmu?, rindu kepada siapa..pada apa…”, ganti aku bertanya…

 

“Pada apapun…Bukankah kerinduan bisa menghadirkan kehangatan… hanya itu yang aku ingat…aku sudah lupa bagaimana rasanya rindu..katakan padaku, bagaimana rindu itu….”

 

“Ya, kau benar…rindu itu menghangatkan…ketika kehangatan misterius hadir masuk ke bagian bagian partikel dinginnya jiwa… kekuatan besar bisa muncul karena rindu…”

“Bukankah begitu?” aku menatapnya…

 

“Entahlah, aku lupa…”

“Hidup ini selalu mengajariku tentang rindu… datang dan pergi….perjumpaan dan perpisahan… semua yang baru dan yang lama… semua mengajariku rindu….”

“Kau tahu, aku tidak pernah mengabaikan rindu… aku berusaha menghadirkan rindu…. aku menerimanya…tapi ………..”

 

“Tapi, kenapa…..” kataku

 

 

“Ketika orang lain mengatakan rindu kepada angin..kepada awan…. bahkan aku tidak mengerti akan itu…..”

“Tapi seakan aku tidak diijinkan untuk rindu………”

“Kau tahu, sejauh ini aku melangkah…seakan aku menyusuri bumi ini… aku tidak diam…. tapi…seakan rindu itu tidak hadir….”

Aku memandangnya-diam-

….autumn leaves berserakan diantara kaki kaki kami…

musik lembut sang angin pun ikut menjadi saksi….

“Kau tahu…kini aku merasakan apa itu rindu pada rindu…. sebuah rindu diatas rindu… hingga aku akhirnya tidak bisa menjangkaunya…merasakan apa itu rindu….”

 

“Semakin aku mencoba untuk rindu..semakin aku jauh dari apa itu rindu…. dan aku mulai kehilangan dg apa itu rindu…. is it over yet?

 

“….aku merasakan apa yg dirasakan sang autumn…”

“Autumn…ketika daun daun itu begitu indahnya… daun-daun indah itu harus berguguran…. daun-daun indah itu harus berserakan….harus diterbangkan angin…daun-daun itu harus terbang…dan berserakan kembali…. “

“Daun-daun itu harus gugur satu per satu….hingga semua nya gugur… dan tidak ada daun dan masa-masa dinginpun harus hadir….”

“Hingga suatu masa…suatu waktu…daun-daun itu akan muncul kembali…bersama indah dan harumnya bunga-bunga…”

 

 

Daun- daun maple menerpa wajah kami…Seakan ikut menyapa

“Benar, seakan aku tidak diijinkan untuk rindu…. Aku belum diijinkan untuk rindu oleh Sang Pemilik Rindu…..”

 

“Mungkin inilah penjagaan terbaik dari Sang Rindu…. “

“Penjagaan dari rindu yg tidak seharusnya….tidak sepantasnya….tidak sepatutnya…”

 

-Sinar kemerahan matahari menerpa wajah lembutnya…pandangannya jauh…tersenyum-

—————————————————————————

The Side*Note:

Karena sebuah kerinduan itu tidak selalu harus dirasakan….

Karena kerinduan itu tidak harus selalu di cari….

Karena ketidakrinduan itu penjagaan…

Penjagaan terhadap hidupnya hati…

Lagi,

Karena kerinduan tidak harus selalu harus dirasakan…

Karena bisa jadi menjadi penjagaanNya terhadap sebenar-benarnya rindu….

…………