The broken hearted ~ Sebuah Kisah Klasik

… jika akan membuat jejak-jejak goresan kembali…

… sang Peri memilih untuk meninggalkan hatinya…

… dan sang Peri pun bersiap menghanyutkan hatinya…

———–

 

”Apa yang kamu lakukan peri?”, tiba-tiba malaikat pun hadir.

”Menghanyutkan hati ini, sekarang… agar aku dapat terbang bebas. Sayapku terlalu kecil untuk menopang hati ini dan bahkan aku mungkin tiada sanggup lagi memelihara hati ini”

 

~~~Malaikat tersenyum. Terdiam~~~

 

Peri pun berkata kepada malaikat,

”Malaikat… aku ingin menjadi dirimu”,

 

”Aku hanya ingin kebaikan….hanya berbuat baik saja… seperti dirimu yang hanya diciptakan untuk selalu dalam kebaikan…andai aku menjadi dirimu, wahai malaikat”,

 

”Malaikat… beruntunglah engkau tidak mempunyai hati…rasa… dan asa. Beruntunglah engkau tidak merasakan apa itu hati dan rasa”,

 

”Malaikat… jika hati dan rasa ini justru menenggelamkanku… Hingga hati ini memberatkanku… rasa ini menghalangiku… dan asa ini pun membuatku pamrih… Jadi, untuk apa semua hal yang sia-sia itu?”,

 

”Malaikat…. maka biarlah aku meninggalkan hati ini, rasa ini…menghanyutkannya pada aliran sungai ini…. biarlah riak-riak air ini membawanya pergi ke samudra yang lebih luas”

 

~~~Malaikat pun kembali tersenyum~~~

 

”Peri, berdamailah dengan hatimu…. satukan hati dan jiwa mu bersama untuk kebaikan”

 

”Bagaimana engkau dapat menyentuh kebaikan hati-hati lain jika engkau hadir tanpa hati?”

 

”Tidakkah engkau menyadari salah satu tanda kebesaran Sang Penguasa adalah atas hadirnya hati itu… atas rasa itu….”

 

”Berdamailah dengan hati itu meski telah tergores….tetaplah langkahkan jiwamu memurnikan hati itu…”

 

”Karena hadirnya hati itulah… rasa itulah…. yang membuat engkau unggul diantara makhluk lain, termasuk diantara para malaikat**”

 

”Maka, berdamailah….”

 

—————

~Butiran kristal indah menghiasi bola kaca sang Peri. Bening dan lembut. Kilau sinar lembut menerobos sayap tipis sang Peri. Embun tipis disela rerumputan pun mulai menghilang seiring sang mentari hadir… pun menghilangkan keraguan sang Peri. Hangatnya mentari kembali menyejukkan… membawanya berdamai…………..dengan hati kecil nya ~

—-the end—-

————————————————————————————————-

The sides Note:

**(Q.S. Al-Hijr: 28-29)

Advertisements

2 thoughts on “The broken hearted ~ Sebuah Kisah Klasik”

Leave your message/s :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s