Blank~Gradually increase graphic :)

Karena hidup itu adalah gambaran dari sebuah grafis~gradually increase graphic

 

Lama….

membiarkan blog ini tidak tersentuh….

Lama….

Ketika kebahagiaan yang melalaikan… Kesibukan yang tiada berkesudahan… kesukaran yang kadang melelahkan… terabaikannya kesehatan… dan berbagai jalan-jalan-Nya yang menghiasi hari-hari di bumi yang melaju semakin cepat…

 

Karena kehidupan itu gambaran sebuah “graphic”… terkadang naik dan turun namun trennya tetap “gradually increase” (Yes, absolutely!^^)

 

 

 

Namun,

Sebenarnya tidaklah perlulah alasan-alasan untuk mengabaikan sesuatu~apapun itu…

 

Rasanya,

Diri masih butuh asupan lebih Fiqih Prioritas dan Fiqih Tawazun dlm terciptanya keseimbangan hidup…. lagi, lagi dan lagi…

 

InsyaAllah…

Allah always show the way…

Amin…

 

لا إله إلاّ الله محمّد رسول الله

 

~Home sweet home, menjelang buka puasa:: Ramadhan Mubaraaak :”

The broken hearted ~ Sebuah Kisah Klasik

… jika akan membuat jejak-jejak goresan kembali…

… sang Peri memilih untuk meninggalkan hatinya…

… dan sang Peri pun bersiap menghanyutkan hatinya…

———–

 

”Apa yang kamu lakukan peri?”, tiba-tiba malaikat pun hadir.

”Menghanyutkan hati ini, sekarang… agar aku dapat terbang bebas. Sayapku terlalu kecil untuk menopang hati ini dan bahkan aku mungkin tiada sanggup lagi memelihara hati ini”

 

~~~Malaikat tersenyum. Terdiam~~~

 

Peri pun berkata kepada malaikat,

”Malaikat… aku ingin menjadi dirimu”,

 

”Aku hanya ingin kebaikan….hanya berbuat baik saja… seperti dirimu yang hanya diciptakan untuk selalu dalam kebaikan…andai aku menjadi dirimu, wahai malaikat”,

 

”Malaikat… beruntunglah engkau tidak mempunyai hati…rasa… dan asa. Beruntunglah engkau tidak merasakan apa itu hati dan rasa”,

 

”Malaikat… jika hati dan rasa ini justru menenggelamkanku… Hingga hati ini memberatkanku… rasa ini menghalangiku… dan asa ini pun membuatku pamrih… Jadi, untuk apa semua hal yang sia-sia itu?”,

 

”Malaikat…. maka biarlah aku meninggalkan hati ini, rasa ini…menghanyutkannya pada aliran sungai ini…. biarlah riak-riak air ini membawanya pergi ke samudra yang lebih luas”

 

~~~Malaikat pun kembali tersenyum~~~

 

”Peri, berdamailah dengan hatimu…. satukan hati dan jiwa mu bersama untuk kebaikan”

 

”Bagaimana engkau dapat menyentuh kebaikan hati-hati lain jika engkau hadir tanpa hati?”

 

”Tidakkah engkau menyadari salah satu tanda kebesaran Sang Penguasa adalah atas hadirnya hati itu… atas rasa itu….”

 

”Berdamailah dengan hati itu meski telah tergores….tetaplah langkahkan jiwamu memurnikan hati itu…”

 

”Karena hadirnya hati itulah… rasa itulah…. yang membuat engkau unggul diantara makhluk lain, termasuk diantara para malaikat**”

 

”Maka, berdamailah….”

 

—————

~Butiran kristal indah menghiasi bola kaca sang Peri. Bening dan lembut. Kilau sinar lembut menerobos sayap tipis sang Peri. Embun tipis disela rerumputan pun mulai menghilang seiring sang mentari hadir… pun menghilangkan keraguan sang Peri. Hangatnya mentari kembali menyejukkan… membawanya berdamai…………..dengan hati kecil nya ~

—-the end—-

————————————————————————————————-

The sides Note:

**(Q.S. Al-Hijr: 28-29)