Teka-Teki Silang Kehidupan…

…..Bagaimana jika hidup kita tertukar?…benarkah hidup kita tertukar…

Jadi bagaimana rasanya jika hidup kita tertukar?

—————————-

Tiada yg lebih mengesankan…..ketika aku kecil selalu mengikuti kakak, kemanapun kakak pergi…. Ketika aku dijahilin teman-teman, kakak datang membela….. Ketika bapak ibu selalu membelikan barang yg identik…. Ketika mengganggu kakak yang tidur nyenyak…

Tiada yang lebih mengesankan…..ketika kita duduk dan bertukar cerita satu sama lain. Obrolan-obrolan ‘spam’ begitu kita menyebut obrolan super ringan sehari-hari, kekonyolan keseharian kita, yang membuat kita tertawa bersama, menghibur…satu sama lain….

Sampai, obrolan serius…. sangat serius… yang berakhir dg titik-titik air di sudut mata-mata…mengesankan, membahagiakan, menyemangati…satu sama lain…

Selalu..selalu…. mengesankan bersama kakak…

———-

Hal yang paling mengesankan dalam hidupku dan kakak adalah ketika “hidup” kami tertukar…. Benarkah itu “hidup” yg tertukar? Begitulah kami menyebutnya… 🙂

 

Masih teringat dibenakku… boneka-boneka masa kecilku penuh guntingan dan jahitan… tiap permainan akulah yang menjadi dokter. Sebuah cita-cita tertanam semakin kuat. Yes, i was born to be doktor…

Kakak, selain bercita-cita menjadi arsitek, kakak mempunyai impian kuat menjadi sosok economist. Sebuah impian yg…serius…

 

Hingga, dunia mahasiswa pun hadir….
Kak, apa yang kita jalani ternyata 180* dari cita-cita, harapan, impian, R-E-N-C-A-N-A  kita berdua ya…

Masih lekat dibenakku, tahun-tahun awal masa perkuliahan bukan hal mudah bagi kita, ya kak…. Jauh-jauh dilubuk hati kakak ingin beralih pergi… Masih lekat diingatanku, ketika airmata terus mengalir selama perjalanan menuju tempat baru ku…. Ah…

 

Duniaku untukmu…duniamu untuk ku…

Kala itu, tidak mudah…. kala semua harapan kita ‘tercabut’ dan ‘tertukar’ satu sama lain….

Dalam diam kita menjalaninya… Mencoba tetap bertahan didera dentingan waktu yang terus bergulir…. Kala kita mulai menyerah… Kita saling menyemangati….untuk tetap bertahan… untuk tetap membangun mimpi dan harapan….

Mungkin kita telah mendustai ketetapan-Nya? mendustai nikmat-Nya?

 

Hingga akhirnya,

Dititik itulah Dia mengajari kita berdua…..

Dimasa-masa itulah hingga akhirnya hati-hati dan azzam diri semakin kuat…. Rentang waktu terus berjalan, mewarnai hari-hari kita menjadi begitu berkesan…. lebih berkesan dan semakin berkesan….

 

Kini, diriku mencoba mengarungi lebih jauh di lautan ekonomi-bisnis. Kakak, menyelami dalam samudra ilmu medical…  Menyelam dan terus menyelam hingga tampaklah keindahan pada dasarnya…

 

Boleh jadi hidup kita tertukar atau apalah itu…

Dititik itulah, Dia menunjukkan kuasa-Nya…. Dia menunjukkan kasih sayang-Nya… InsyaAllah tidak ada lagi keraguan dalam diri kita…. Karena, inilah salah satu tanda-tanda kebesaran-Nya…

 

Kini, inilah kehidupan sebenar-benarnya…

Hingga aku terus melangkah diri sampai  disini….Kakak, terus menapakkan kaki…. Melangkah dan merentangkan tangan menggandeng sesama….

 

Dan,

Kekuasaan-Nya lah menyatukan rencana kita… Dalam dua jasad berbeda…

[Eh, mungkinkah kita satu jiwa di dua jasad berbeda? Hahahaha,  teori yg super ngawur deh ya… -_-]

 

Dan,

Ada saatnya hidup perlu sentuhan fluktuatif, untuk dapat merasakan indahnya  keselarasan, keseimbangan, dinamika kehidupan…

 

Hingga bulir-bulir kehidupan masih terus bergulir…. Masih banyak sejumlah teka-teki kehidupan yang belum terpecahkan….

 

Terus dan akan terus terjadi hingga sampai pada sebuah teka-teki terbesar mengenai akhir hidup ini terjawab…. akhir muara kehidupan ini…. meraih keRidhoan-Nya….

 

Siapkah dirimu kak? InsyaAllah siap grak lah ya….

Ingat mantra

man purposes Allah SWT disposes” -Manusia berencana, Allah SWT yang menentukan…

 

(Wallahu a’lam)

——————————–

 

Selamat Milad Kakak-ku sayang …..

Berkah barokah- Nya selalu untukmu….untuk kita… untuk seluruh makhluk yg berdzikir kepada-Nya

Alhamdulilah- Thankfulness never dies… 🙂

(Taipei, May 25 2012)

 

———————————

The Side*Note:

“….Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S Al-Baqarah:216)

 

Jangan ratapi kekuranganmu, boleh jadi dia menjadi sebab berkurangnya dosa-dosamu, disaat banyak orang berlumuran dosa karena kelebihannya.

Jangan sesali keterhalanganmu, boleh jadi dia menjadi sebab terhalangnya bencana menimpamu, disaat banyak orang tertimpa musibah dengan kebebasannya.

Jangan musuhi keterbatasanmu, boleh jadi justeru dia yang membatasimu dari sikap tercela. Disaat banyak orang menjadi tercela karena berbagai fasilitas yang dimilikinya.

(Abdullah Haidir from Riyadh)

———————————-

*Copyright foto diatas silahkan klik difoto 🙂

Advertisements

Leave your message/s :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s