Budaya vs Ibadah

Ketika sebuah tatanan ibadah hanya didasarkan sebuah kebudayaan…sebuah kebiasaan…yang hendak sulit ditinggalkan…

————————————————————

 

Ketika dunia memuja budaya…

Bukan berarti beribadah sesuai kebiasaan atau budaya…

Bukan pula dunia yg mengatur bagaimana sebuah tatanan ibadah…

Tapi ibadahlahlah yg hendaknya mengatur dunia…

 

Tidaklah melaksanakan peribadahan apapun tanpa dasar…

Dasar apalagi yg hendak digunakan?

Tatanan apalagi yg hendak dipegang?

Haruskah tatanan ibadah disesuaikan dg budaya?

Haruskah tatanan ibadah disesuaikan dg kebiasaan nenek moyang?

Nenek moyang siapa yg menjadi panutan?

 

Bukankah semua amal dan ibadah ada ilmunya?

Bagaimana jika beribadah tanpa dasar…tanpa pondasi…

Hendak kemanakah arah tujuan yang hendak dicapai…

Cukuplah jelas Al-Qur’an danAl-Hadist menjadi petunjuk…

Hendak apalagi yg terbantahkan?

 

Lagi, karena…

Hidup untuk saling mengingatkan…

Saling menasihati satu sama lain…

Dengan cara-cara yg baik… untuk menghasilkan kebaikan…

Dengan harapan beriringan bersama…berjamaah…

semakin dan semakin mendekat kepada-Nya…

Menjadi sebenar-benarnya umat Rasullullah SAW…

 

Akhirnya,

Hanya Allah SWT lah yang memberikan petunjuk kepada hati tiap-tiap hamba-Nya…

Hanya Allah SWT lah yang mengetahui niat (tersembunyi) tiap-tiap hamba-Nya…

 

-wallahu a’lam-

——————————–

The Side*Note:

“Barangsiapa yang menaati Rasul berarti ia menaati Allah.” (Q.S. An Nisa; 80)

—————-

“Dan tidaklah ada pilihan bagi seorang mukmin atau mukminah jika Allah dan Rasul-Nya telah memutuskan sebuah perkara pada urusan mereka.” (Q.S Al-Ahzab: 36)

—————-

“Demi masa……..Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian……kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S. Al Ashr; 1-3)

——————

Sabda Rasulullah SAW:

“Barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku maka dia bukan golonganku.” (HR. Bukhari)

———

“Aku tinggalkan ditengah-tengah kamu dua perkara, kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu: kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik dan Hakim -dishasihkan Al-Albani)

———

“Sesungguhnya barangsiapa diantara kamu hidup sesudahku maka ia akan menyaksikan perselisihan yang banyak, maka kamu wajib berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah khulafa` Rasyidun sesudahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’, no. 2549)

———

Advertisements

One thought on “Budaya vs Ibadah”

Leave your message/s :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s