Hanya aku dan Ayah :)

http://www.google.com/imgres?um=1&hl=en&sa=N&biw=1024&bih=510&tbm=isch&tbnid=RNxPHjIjbYhVaM:&imgrefurl=http://ajlevan.theworldrace.org/%3Ffilename%3Ddaddys-little-girl&docid=BW2ObqwLK3oNcM&imgurl=http://ajlevan.theworldrace.org/blogphotos/theworldrace/ajlevan/daddys-little-girl.jpg&w=333&h=500&ei=iFWHT6DMA4aOmQWitInABw&zoom=1&iact=hc&vpx=102&vpy=130&dur=409&hovh=267&hovw=178&tx=75&ty=228&sig=108315346126350139542&page=1&tbnh=135&tbnw=91&start=0&ndsp=12&ved=1t:429,r:6,s:0,i:96

 

Ayah,

Bagaimana kabar Ayah hari ini?

Ayah, sudah lama kita tidak bercerita bersama…Yuk kita bercerita…

 

Ayah,

Aku kecil suka sekali ketika ayah membelikan kue coklat bulat, -dorayaki- begitu kita menyebutnya… Kita penggemar Doraemon ya Ayah…

 

Ayah,

Ketika selesai solat berjamaah dan engkau bersiap memberikan ‘kultum’,  dan aku kecil bermalas-malasan…Ayah, jangan lama-lama, lapar….

 

Ayah,

Aku selalu menanti kedatangan Ayah dari luar kota, ketika Ayah selalu membelikan boneka baru meskipun boneka-boneka tersebut rusak ditanganku… dengan bangga aku kecil berujar, “Ayah lihat bonekanya aku operasi, aku dokter hebat kan…

 

Ayah…

Ingatkah ketika aku ingin sepatu roda. Teman-temanku punya semua. Ayah, aku juga mau… Tapi engkau menjawab dengan ‘sangat’ santai, “Pinjam saja ke temanmu, beli hal-hal yg lebih penting…” Ayah, mungkin aku kecil sedih tapi itukah cara Ayah mengajari agar hidup sederhana?

 

Ayah, kenapa dulu genteng rumah selalu bocor?

Ayah, aku kecil suka sekali berada diatas atap rumah  kaki-kakikulah yg menyebabkan genteng dirumah bocor, jadi bukan karena genteng rumah kita sudah tua seperti yang Ayah kira…

 

Ayah, tahukah dimana tempat favoritku?

Ayah, aku suka sekali berada diatas atap rumah; duduk, membaca, mengajak teman-teman ‘berkemah’ sambil menikmati manisnya buah mangga… Ayah, aku suka melihat langit sore, melihat  burung-burung ketika mulai kembali ke sarangnya, menikmati semilir angin, semuanya menyenangkan jika di atas atap, Ayah. Aku baru turun ketika Ayah memanggil namaku, Ayah mencariku…

 

Ayah, coba tebak kenapa dulu ikan-ikan dikolam mati semua?

Apakah Ayah tahu?

Ayah tahu aku suka sekali menyantap tahu goreng buatan Ibu. Aku ingin ikan-ikan juga merasakan tahu goreng enak itu. Esoknya, ikan-ikan itu mati…Ayah, ternyata ikan tidak suka tahu goreng…

 

Ayah,

Ketika itu engkau duduk. Ayah sedang bersedih? Aku kecil datang menghampiri Ayah, dan memanggilku seolah tidak ada apa-apa… Ayah berusaha kuat. Ayah, Tidak bisakah Ayah menangis seperti saat aku menangis digigit semut… Apakah laki-laki tidak boleh menangis?

 

Ayah,

Mungkin saat itu Ayah sedang lelah atau aku kecil terlalu nakal? Ketika Ayah mulai meninggikan suara, aku takut Ayah…

 

Ayah,

Aku kecil senang ketika ayah membelikan sepeda mini roda tiga. Ayah, aku protes ketika Ayah mulai melepas satu persatu roda sepedaku jadi roda dua. Ayah, aku takut jatuh… Tapi Ayah mengajariku, menjaga agar sepedaku tidak jatuh, eh tetap  saja aku jatuh… ternyata aku kecil bisa, dan naik sepeda roda dua lebih enak ya…

 

Ayah,

Selalu menggosok-gosok lembut rambutku… Ayah benar-benar sayang aku ya dan tidak lupa Ayah juga jadi tahu jika aku belum keramas…

Ayah, menyenangkan sekali aku kecil bersama Ayah…

 

Ayah,

Ketika mulai remaja, entahlah…

Kenapa Ayah tidak lagi mengasyikkan seperti saat aku kecil?

Ayah menegurku ketika aku pulang hampir malam tiba… Kenapa Ayah menjadi lebih sering ‘memarahi’ aku? Ayah memberikan nasihat atau memarahiku? Sepertinya tidak ada bedanya… Inikah cara Ayah menjaga aku di masa remaja ku?

 

Ayah,

Aku mulai pindah dan menetap di kota lain.

Aku agak berjauhan dari Ayah, aku mulai jarang pulang, kita jarang bercerita

Saat itu Ayah suka menanyakan kapan aku libur, kapan aku pulang…

Kini, aku semakin jauh dari Ayah,

tapi Ayah tidak lagi menanyakan kapan aku libur, kapan aku pulang..

Apakah Ayah takut menggangguku?

Apakah Ayah rindu aku?

 

*Bipp…(sms singkat)  “Ulil, i miss you 🙂 ”

 

Ayah, merindukan aku, Ah….baru kali ini Ayah bilang i miss you…

Ayah,  i miss you too…

 

Salam sayang

Your little girl 🙂

 

=================================================

 

Ayah, selalu mempunyai berbagai macam cara untuk ‘melindungi’ dan mengungkapkan rasa sayang kepada anak-anaknya, terutama anak perempuannya…

Bukankah begitu, para Ayah (atau calon Ayah)? :”)

 

——————————————————-

Rasulullah SAW bersabda : “ Orang yang paling baik di kalangan kamu adalah orang yang paling baik kepada keluarganya dan sayalah yang paling baik kepada keluarga saya “ (HR. Ibnu Majah-Al Hakim)

 

Didiklah anak-anakmu dengan pendidikan yang baik karena hal itu adalah tanggung jawabmu (kepala rumah tangga). Sementara kelak bila anak-anakmu dewasa kan bertanggung jawab dan berbuat baik padamu) (Umar bin Khatab)

Pada 7 tahun pertama, perlakukan anak sebagai raja. Pada 7 tahun kedua, perlakukan anak sebagai tawanan perang. Pada 7 tahun ketiga, perlakukan anak sebagai sahabat.” (Ali bin Abi Thalib ra)

 

Advertisements

2 thoughts on “Hanya aku dan Ayah :)”

  1. My dad; dari bliaulah daku belajar untuk menjadi orang yang slalu curious, suka jalan2 + berpetualang, banyak nanya, suka peta, suka nambah pengalaman baru, punya skill mijet, dll :D.

    Aku kecil kayaknya sudah banyak “ngrepotin” dengan berbagai pertanyaan aneh tentang apa saja, dan bliau yang lebih sabar menjawabnya 😀

Leave your message/s :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s