Tidur vs Alarm vs Adzan

Pagi ini sama seperti pagi sebelumnya…

Ketika alarm dg ‘kejam’ membagunkan lelap tidur…

Memaksa jiwa untuk segera bangun dr mimpi,

Memaksa raga untuk bangkit dari wonderland bed

”Tek” , sepasang tangan  lebih sigap untuk  mematikan benda paling berisik dunia ini, alarm.

-Hening-

Sekelebat perasaan lega hadir (dan bersiap untuk melanjutkan ’istirahat’ lg)

 

… Panggilan pagi itu, panggilan untuk segera menghadap Sang Penguasa Pagi pun berhenti, seiring berhentinya alarm…

Ah, begitu mudahnya mengheningkan suasana pagi ini, hanya dg sekali ”mematikan” alarm…

 

Sekarang, pasti suasana subuh di rumahku sana ”lebih” meriah…

Saat sang muadzin membangunkan dg suara Adzannya, bersahut sahutan dari seluruh penjuru,

Suasana adzan seakan berusaha sekuat tenaga membangunkan jiwa2 yg sedang terlelap dlm mimpinya,

Membangunkan manusia yg merasakan ”damai” dalam semunya dunia mimpi dan berlindung dibalik selimutnya.

 

”Ah berisik sekali suara adzan”, Pernahkah merasakan  merasa terganggu dg berisiknya suara adzan tersebut?

 

Beruntunglah sekarang teman-teman  yg masih dapat mendengarkan suara Adzan…

Rasakanlah, panggilan muadzin lebih baik daripada alarm…

Bayangkanlah, panggilan muadzin seolah dtg langsung dr Pemilik pagi…Pemilik subuh… Pemilik jiwa mu,

 

Mengajak untuk segera bangun dr ‘mimpi’ dan kesemuan hidup… Mengajak untuk segera bangkit dari mimpi menuju realita… Mimpi hanyalah sebuah mimpi jika tidak ‘bangun’ dan menghadapi realita…

 

Mungkin itukah yg hendak disampaikan kepada jiwa-jiwa yg terlelap untuk segera bangun? (Wallahualam)

 

Bagi ku ini adalah salah satu kerinduan jiwa…

Suara adzan oleh muadzin tua yg berada didekat rumahku begitu merindukan…

Kerinduan untuk mendengar ’kebisingan’ yg memecah keheningan pagi…

Kerinduan merasakanlah suara PanggilanNya….

 

Jiwa, bangunlah selagi engkau bisa mendengar adzan,

Bangunlah, selagi engkau masih bisa dibangunkan Nya dr ’kematian semu’,

Bangunlah, selagi malaikat-malaikat masih bernaung di langit dan bersiap mendoakan hamba2Nya,

Bangunlah  dan ubahlah mimpimu menjadi realita…

 

Hayyaala’ssalah,  Hayya a’lal falah (Marilah menunaikan salat- Mari meraih kemenangan)

Assholatu khoiru minannaum” (Shalat lebih baik dari pada tidur)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Lailaha ilallah

** March/10/2012 -Ba’da Shubuh, kabut, 8 Celcius menyelimuti pagi-